Pukul 1 siang kakakku menelponku untuk maen kerumahnya selepas pulang sekolah, aku sempat berfikir kenapa dia menyuruhku untuk datang kerumahnya, mungkin aku disuruh untuk menjaga rumahnya karena kakakku biasanya begitu sering ke luar kota dalam pekerjaannya, aku sampai rumahnya pukul 12 malam dan aku ketuk pintu rumahnya tapi tak ada orang.
Kak Sofie, pembantu rumah abangku pasti ada di belakang, fikirku. Ternyata pintu tak berkunci, aku masuk, sepi, langsung aku ke belakang.
Maksudku mau memperingatkan Kak Sofie tentang kelalaiannya tak mengunci pintu. Sampai di belakang Kak Sofie tak ada. Aku masuk melalui pintu belakang.
Aku terus ke ruang tengah. Saat itulah Kak Sofie muncul dari bilik mandi tengah. Aku berniat menegurnya, tapi niatku tertanguh sebab Kak Sofie keluar dari bilik mandi hanya berbalut kain tuala yang tak begitu lebar.
Buah dadanya yang besar itu seakan-akan tumpah. Lebih dari separuh dadanya tak bertutup. Dari dadanya ke atas lutut saja yang tersembunyi ditutupi tuala itu.
Dan bawahnya Seluruh pahanya tampak!